Kamis, 05 Januari 2012

Teknik Baru Korek Lubang Isap dan Buang di Kepala Silinder

Teknik Baru Korek Lubang Isap dan Buang di Kepala Silinder


Kiri versi lama, bos klep dipotong dan di bawah bos klep ditambal lem. Kanan versi baru, tak perlu potong bos klep. Tapi, di bawah bos klep dibuat cekung membulat mengikuti diameter dalam sitting klep
Sekarang korek lubang isap dan buang di kepala silinder jadi mudah. Karena ditunjang flowbench yang bisa mengukur mendekati debit gas bakar sebenarnya.

Namun bukan berarti yang tidak punya flowbench harus tenggelam. “Berdasarkan pengukuran dengan flowbench bisa diambil beberapa pelajaran,” jelas Tomy Huang, bos BRT yang sudah lama memiliki alat ukur canggih itu.

Misalnya zaman dulu ketika mengorek lubang isap. Selalu membuang bos klep yang nongol di tengah lubang. Katanya menghalangi laju gas bakar. Makanya perlu dipangkas.

Padahal, setelah menggunakan flowbench tidak perlu dipangkas. “Yang penting target cfm (cubic feet per minute) yang diinginkan sudah tercapai,” jelas Pak Tomy.

Jadi, apabila angka cfm yang dimau sudah didapat, lebih baik bos klep tidak perlu dipangkas. “Supaya klep tidak cepat oblak,” saran Pak Tomy.

Namun akibat mempertahankan bos klep, kudu membuang bagian yang lain. Supaya mempu menggantikan bagian yang termakan bos klep itu.

Dari hasil pengukuran menggunakan flowbench, tidak boleh sembarang memapas lubang porting. Kalau salah akan mengurangi kevakuman atau daya isap dari lubang silinder.

Menurut Pak Tomy, untuk menggantikan ruang akibat termakan bos klep bukan hanya sisi sampingnya yang dikikis. Tapi, dibuatkan jalur khusus di sisi samping yang lebih dalam. Lebih jelas lihat gambar.

Satu lagi langkah yang bisa dilakukan. Kalau memporting versi lama sering menambal bagian yang cekung di bawah bos klep. Biasanya ditambal lem porting. Tapi, sekarang justru dibikin cekung atau melingkar mengikuti bulatan sitting klep.

Karena membulat sebesar sitting klep, laluan gas bakar jadi besar. Bentuk seperi ini persis porting bawaan pabrik. Cekung di bawah bos klepnya. (motorplus-online.com)

Sudut Antara Batang dan Payung Klep, Pilih Yang Landai

Sudut Antara Batang dan Payung Klep, Pilih Yang Landai


Kiri gak bagus, kanan oke
Untuk keperluan balap, banyak yang mengaplikasi klep lebar. Apalagi yang sudah main bore up besar-besaran. Mengimbanginya harus menggunakan klep yang sangat kebar. Seperti kepunyaan mobil.

Memakai klep mobil boleh saja. Tapi, perhatikan sudut antara batang klep dengan payung klep. “Biasanya klep punya mobil sudutnya sangat tajam,” jelas Tomy Huang dari Bintang Racing Team (BRT).

Klep yang sudutnya tajam, membuat aliran gas bakar tidak smooth. Atau alirannya bisa stag dan seperti tertahan. Berdasarkan pengukuran menggunakan flowbench, membuat cfm atau debit gas bakarnya berkurang.

Untuk mengatasi itu, sudutnya harus diatur ulang. Bisa menggunakan mesin bubut biasa. Dibikin landai agar aliran gas bakar lebih lancar.

Seperti terlihat pada gambar. Klep sebelah kiri sudut antara payung dengan batang klep begitu tajam. Kalau bisa, jangan memilih klep seperti ini.

Sedangkan klep sebelah kanan lebih oke. Sudut pertemuan antara batang klep dengan payung klep landai. Meski resiko klep jadi berat lantaran gendut, tapi permukaan bawah yang menghadap ruang bakar ditipisin. (motorplus-online.com)